Mengenal Sifat Energi Batu Cincin Bertuah

Bila Anda kebetulan adalah peminat batu cincin, atau batu akik, maka tidak ada salahnya artikel ini Anda simak sampai selesai. Karena kali ini, kita akan membahas seputar pengaruh dan energi batu cincin, berdasarkan sifat alami dari batunya.

Perlu dicatat dulu, bahwa karakter atau sifat energi ini, tentu saja bisa berubah, dalam kondisi-kondisi tertentu. Misalnya jika batu cincin ini berkhodam, atau sudah diasmak, alias sudah melewati proses pengisian.
Jadi yang akan kita bahas dalam video ini, adalah murni karakter batu cincin tersebut, berdasarkan sifat asli batunya secara alami.

Langsung saja, kita mulai dulu dari jenis batu yang warnanya padat. Berwarna padat artinya tidak tembus pandang atau cahaya. Batu yang semacam ini maka akan lebih baik dalam menyerap atau menyimpan energi.

Ada sejumlah pengaruh yang dapat dirasakan oleh pemakai, baik pengaruh positif maupun negative. Pengaruh positifnya, adalah menjadikan lebih mantap dalam bersikap. Serta berpendirian teguh dan tidak mudah goyah.

Tetapi di sisi lain, pengaruh negatifnya adalah sikap yang terlalu kaku dan pikiran yang cepat penat.
Di satu sisi kondisi tubuh terasa lebih bertenaga, tetapi di sisi lain badan gampang terasa pegal.

Lain lagi jika batu cincin atau batu akik ini berwarna bening. Transparan, alias tembus pandang atau tembus cahaya. Batu yang demikian lebih baik dalam melepaskan atau menyalurkan energi.

Sisi positifnya adalah menjadikan si pemakai lebih ceria dan segar. Tetapi sisi negatifnya, juga menjadikan sering lengah dan kurang berhati-hati. Di satu sisi orang akan menjadi lebih mudah mendapatkan ide-ide baru, tetapi di sisi lain konsentrasinya berkurang serta mudah lupa.

Batu alam asli, biasanya menyimpan atau menyalurkan energi yang lebih sejuk. Dibandingkan batu masakan atau batu imitasi yang umumnya berhawa panas. Serta dapat menyebabkan orang mudah lelah atau mengalami stress.

Batu tua, biasanya ditandai dengan penampakan yang lebih mengkilap, akan lebih mudah menyimpan dan menyalurkan energi berhawa panas atau hangat, bila dibandingkan dengan batu muda. Batu muda ini biasanya nampak kurang mengkilap dibandingkan batu tua.

Maka sebaliknya, batu yang lebih muda biasanya lebih baik dalam menyimpan dan menyalurkan energi yang sejuk.
Sedangkan untuk batu yang berbentuk bulat, lonjong, atau setengah bola, akan lebih baik dalam menyerap energi. Adapun batu yang bentuknya meruncing seperti asahan berlian, akan lebih baik dalam memancarkan energi.
Kurang lebihnya, seperti itulah karakter batu cincin secara alami.