Kisah Tentang Cincin Nabi Sulaiman

Di antara 25 nabi yang dikenal oleh umat Islam, Nabi Sulaiman bisa dikatakan sebagai nabi yang paling kaya dan luas kekuasaannya. Ia tidak hanya menjadi raja atas manusia. Namun, ia juga menjadi penguasa jin dan hewan. Ada banyak cerita yang dikaitkan dengan sang nabi. Salah satunya adalah kisah cincin Nabi Sulaiman. Bagaimana kisahnya?

Cerita tentang Cincin Nabi Sulaiman

Beberapa orang mungkin belum pernah mendengar tentang cerita cincin sakti milik Nabi Sulaiman. Jika Anda belum pernah mendengarnya, yuk simak ceritanya di sini!

1.     Ciri-Ciri Cincin Sakti Nabi Sulaiman

Alkisah, disebutkan bahwa Nabi Sulaiman memiliki cincin yang tak biasa. Cincin tersebut adalah cincin sakti. Nabi selalu memakainya ke mana pun ia pergi, kecuali saat ke kamar mandi. Selain sakti, cincin ini memiliki bentuk yang unik dan diturunkan dari langit. Pusaka Nabi Sulaiman tersebut memiliki empat sisi berukir.

Di salah satu sisi cincin tersebut, terukir lafal laa illaha illallahu wahdahu laa syariika lahu Muhammadun abduhu wa rasuuluh. Cincin ini konon katanya dapat mengeluarkan cahaya. Saat dipakai, kekuatan cincin ini dapat mengumpulkan manusia, burung, angin, setan, dan jin. Itulah mengapa Nabi Sulaiman mampu menguasai semua jenis makhluk.

2.     Kisah Tentang Nabi Sulaiman

· Penyamaran Setan

Putra Nabi Daud ini memiliki beberapa istri dan yang paling beliau sukai adalah Juradah. Suatu hari, beliau hendak ke kamar mandi dan menitipkannya kepada Aminah (Juradah di riwayat lain). Tak lama kemudian, setan menyamar menjadi sang nabi dan mendatangi Aminah.

Setan itu meminta cincin tersebut dan karena Aminah menganggapnya sebagai Nabi Sulaiman, maka ia pun memberikannya. Setan pun pergi dan kemudian menulis tentang kekafiran dan sihir pada sebuah buku. Buku tersebut lalu diletakkan di bawah singgahsana Nabi Sulaiman.

Lalu, Nabi Sulaiman yang asli keluar dari kamar mandi. Beliau pun menemui Aminah dan meminta cincinnya kembali. Akan tetapi, ia tidak percaya kepada beliau dan menganggapnya sebagai Nabi Sulaiman palsu.

· Nabi Sulaiman Mendapatkan Ujian

Sang nabi pun menyadari bahwa ujian sedang ditimpakan kepadanya. Kini, semua makhluk tidak mempercayai bahwa dirinya adalah nabi dan raja. Semua kekuatannya hilang dan beliau pun tidak dapat menundukkan burung, angin, jin, dan setan.

Akibatnya, semua orang menyia-nyiakan dirinya. Ia terusir dari kerajaan. Selain itu, ia juga terlunta-lunta hingga kelaparan. Selama Nabi Sulaiman tidak menjadi raja, setan membuat orang-orang membaca buku sesat yang ia katakan sebagai kitab Nabi Sulaiman. Sehingga, mereka meninggalkan ajaran nabi yang asli dan mengikuti apa yang dikatakan oleh setan.

Setelah 40 hari terlunta-lunta di padang pasir, akhirnya Nabi Sulaiman sampai di tepi pantai dan bekerja sebagai nelayan. Meski miskin dan tidak punya kekuasaan, beliau tetap beriman dan bertakwa kepada Allah.

· Cincin Kembali ke Pemilik Asli

Sementara itu, Asif bin Barkhoya mengatakan kepada orang-orang bahwa sesungguhnya Nabi Sulaiman telah pergi dari kerajaan karena setan telah mencuri cincinnya. Setan pencuri yang mendengarnya pun ketakutan, ia lalu membuang cincin nabi ke laut. Cincin Nabi Sulaiman yang asli ini kemudian dimakan oleh ikan

Suatu hari, Nabi Sulaiman yang kini menjadi nelayan pergi menjaring ikan. Ia berhasil menjaring beberapa ikan dan kemudian menyembelihnya untuk dimakan. Saat melakukannya, beliau menemukan cincinnya di dalam perut ikan. Sehingga, atas izin Allah, beliau kembali menjadi raja seluruh alam.

3.     Hikmah dari Kisah tentang Cincin Sakti Nabi Sulaiman

Dari kisah tersebut, dapat disimpulkan bahwa Allah memberi ujian kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Ketika tertimpa ujian tersebut, umat Islam harus sabar dan tetap beriman dan bertakwa kepada Allah. Dengan kesabaran dan ketakwaan ini, Allah akan membebaskan umatnya dari ujian.

Itulah kisah menarik dari cincin Nabi Sulaiman. Semoga kisah ini dapat menyadarkan kita bahwa sekaya apapun seseorang dan betapa besar kekuasaan yang ia miliki, semua dapat hilang jika Allah telah berkehendak.