Jauhi Sifat Penghambat Rejeki Berikut ini

Banyak dari kita, sering bertanya-tanya. Kenapa hidup saya seperti ini-ini saja. Belasan tahun atau bahkan puluhan tahun kerja, tapi nasib saya masih tetap sama. Tidak ada peningkatan.

Sementara di sisi lain, ada orang yang hidupnya terlihat sangat mudah. Kerja yang dilakukannya sangat minimal. Tapi dari kerja yang begitu minimal tersebut, hasilnya luar biasa.

Apa bedanya? Kenapa bisa seperti ini? Padahal kita sudah berusaha, sudah berdoa, sudah bersedekah.

Bila Anda kerap memiliki pertanyaan-pertanyaan seperti itu, sesungguhnya Anda tidak sendiri. Karena pertanyaan yang demikian terpikir juga di benak banyak orang. Susahnya adalah, ketika terjebak di satu titik, orang cenderung berpikir, jangan-jangan ada yang benci sama kita. Sehingga orang yang benci itu mengirimkan guna-guna. Rejeki kita ditutup, dan kita pun tidak pernah bisa kaya.

Memang, akan jauh lebih mudah kalau kita bisa menyalahkan orang lain, atas sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Tapi jika kita terus menerus berpikiran seperti itu, kapan habisnya? Kapan selesainya?

Kita terus menerus berprasangka buruk dan menyalahkan kesuksesan orang lain, padahal di dalam diri kita masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki. Rejeki memang harus dicari, tetapi orang sering tidak sadar, bahwa ada beberapa hal dan kebiasaan, yang menjadikan rejeki enggan untuk mendekat.

Termasuk kebiasaan-kebiasaan yang menghambat rejeki tersebut, adalah sebagai berikut:

Pertama, kebiasaan mengeluh.

Kebiasaan pertama yang bisa menolak rezeki adalah terlalu banyak mengeluh. Selalu tidak puas, selalu menggerutu, seperti tidak mensyukuri apa yang sudah dia miliki.

Padahal kalau kita tidak menyukai kondisi kita saat ini, yang perlu kita lakukan adalah membuat perubahan. Bukan sekedar mengeluh saja. Karena keluhan kosong tidaklah menghasilkan apa-apa.

Kebiasaan buruk kedua, adalah terlalu materialistis.

Mengukur segalanya dengan uang. Memandang rendah orang lain hanya karena mereka kurang beruntung secara finansial. Mengagung-agungkan orang kaya hanya karena mereka lebih berduit saja. Padahal adalah tugas kita untuk memuliakan orang yang kurang mampu, dengan cara bersedekah.

Kebiasaan penolak rejeki berikutnya, adalah memakan makanan haram.

Dalam hal ini, yang dimaksud bukan sekedar daging babi, bangkai, atau darah. Melainkan juga makanan-makanan yang dihasilkan, dari rezeki yang tidak halal. Korupsi, mencuri, dan lain sebagainya.

Keempat, terlalu fokus pada dunia.

Sehingga lupa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Kebiasaan buruk kelima, adalah tidak menjaga badan.

Padahal badan atau raga kita adalah modal untuk mencari rejeki. Tetapi kita kadang tidak sayang pada badan ini. Olahraga, malas. Makan sehat, tidak mau. Merokok tiap hari. Bahkan tidak segera berobat ketika jatuh sakit. Lalu bagaimana rejeki mau datang?

Kebiasaan buruk keenam, adalah bergosip.

Dulu orang mengira, bahwa hanya perempuan saja yang sibuk membicarakan urusan orang lain. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Lelaki pun bergosip. Terlalu sibuk mengorek keburukan dan hidup orang lain, padahal hidupnya sendiri pun tidak sempurna.

Berikutnya, atau ketujuh, adalah kebiasaan mudah marah.

Mereka yang mudah naik pitam, dan tidak bisa memaafkan kesalahan orang lain, adalah ciri orang yang tidak pernah merasa puas. Apapun hal buruk yang terjadi, mereka selalu menggerutu. Selalu menyalahkan orang lain atas nasib buruk yang menimpanya.

Padahal ini hidup dia. Dia yang menyetir, dia yang menentukan. Tapi ketika Tuhan memberikan batu sandungan, dia malah menyalahkan orang lain.

Kebiasaan buruk terakhir yang dapat menolak rejeki adalah kebiasaan pamer.

Bukan cuma pamer harta benda. Jaman sekarang orang bahkan tega memamerkan amal kebaikannya. Baru berkunjung ke tempat pengungsian saja langsung sibuk foto-foto dan upload di media sosial. Padahal tidak semua yang kita lakukan perlu diberitakan.

Paling tidak, bila kita ingin ada perubahan dalam hidup kita, hindarilah kedelapan kebiasaan yang baru saja saya sebutkan. Bukan hanya karena tidak baik bagi Anda, tetapi juga berpotensi menyumbat rejeki Anda sendiri.

Nanti kalau sudah terlanjur tersumbat, bisa-bisa malah Anda menyalahkan orang lain. Dikiranya ada yang mengguna-guna. Dikiranya ada yang iri dan tidak suka. Karena itu mulai hari ini baiknya kita mulai berbenah, untuk kehidupan yang lebih baik.