Cara Memilih Tosan Aji

Tiap-tiap orang pasti punya alasan yang berbeda, kenapa ingin memiliki sebuah pusaka. Pasalnya saat ini sendiri pusaka atau tosan aji tidak lagi dipergunakan sebagai senjata.

Sebagian peminat tosan aji awalnya tertarik karena mengagumi karya seni masa lampau. Sebagian lagi ingin ikut melestarian kekayaan budaya leluhur. Bahkan ada juga yang mencari keris murni dengan alasan investasi. Karena harganya yang sering tidak main-main. Terakhir, ada juga yang menginginkan tosan aji karena mencari tuahnya.

Apapun motivasinya, bagi Anda yang sedang mencari senjata pusaka, paling tidak perhatikanlah hal-hal berikut ini.

Pedoman yang paling standar untuk menilai suatu tosan aji secara fisik, ada tiga. Yaitu Tangguh, Utuh, dan Sepuh. Tangguh, artinya Anda perlu tahu kapan pusaka tersebut dibuat. Utuh, artinya pusaka tersebut harus utuh secara fisik. Dan Sepuh, artinya tosan aji tersebut harus dipastikan tua.

Yang terakhir ini, Sepuh, tidak berlaku bila Anda memang dengan sengaja menginginkan keris buatan baru. Atau disebutnya Tangguh Kamardikan, alias dibuat selepas tahun 45.

Selain ketiga pedoman tersebut, ada juga yang mendasarkan pencarian kerisnya pada kriteria 3G2W, yakni Gebyar, Greget, Guwaya, Wingit dan Wibawa. Atau ada juga kriteria Angsar Sejarah Tayuh, yang kaitannya lebih kepada spiritualitas suatu keris.

Namun bila Anda masih baru dalam hal pertosanajian, maka yang paling perlu Anda pegang hanyalah tiga kriteria yang saya sebutkan pertama tadi. Tangguh, Utuh dan Sepuhnya.

Dengan demikian, syarat pertama pusaka yang Anda pilih haruslah tidak cacat fisik. Tidak patah, ricikan masih lengkap, bilahnya masih utuh.

Tosan aji yang kurang baik (dan perlu Anda hindari) antara lain adalah yang berciri Pegat Waja, alias bilahannya rengat seperti triplek basah. Atau Nyangkem Kodok, artinya antara bilah dan greneng terbuka lebar. Juga Randa Beser, yang artinya ada rongga di bagian bungkul, dan Pamengkang Jagad yang artinya memiliki retak dibagian sorsoran.


Baca Juga :


Kecuali, bila Anda mencari keris berdasarkan kriteria spiritual, maka bisa jadi memang dengan sengaja Anda menginginkan Keris Pamengkang Jagad. Sebab keris semacam ini dipercaya bertuah pengasihan dan bahkan diminati juga hingga ke manca negara.

Setelah menilik keutuhan fisiknya, baru kita lanjut pada umur pusaka. Disini Anda perlu berhati-hati, sebab penjual tertentu bisa saja menggunakan larutan kimia untuk membuat agar bilah kerisnya nampak lebih tua alami. Padahal sebenarnya keris tersebut belum lama dibuat. Satu-satunya cara untuk mengatasi kenakalan penjual keris yang seperti ini, memang kita harus lebih sering memegang bilah keris.

Selanjutnya, kita perhatikan kandungan logam lewat bobot kerisnya. Secara umum dipercaya bahwa makin ringan bobot keris, maka kualitasnya juga semakin baik. Demikian halnya dengan bilah yang ketika dijentik berbunyi nyaring dan lama, maka kualitasnya juga semakin bagus.

Bila Anda masih awam atau baru pertama kali memilah dan memilih keris, maka mulailah dengan memiliki keris yang dapurnya lebih sederhana dulu. Tidak perlu terlalu berhasrat dan mengutamakan kerumitan yang belum tentu otentik.

Sambil berjalannya waktu, Anda akan lebih dapat mengenali mana pusaka yang bagus dan mana yang tidak sepadan dengan harganya.
Banyak-banyaklah bertanya, menggali informasi, juga mengikuti perkumpulan para kolektor tosan aji bila perlu. Ketahui pula hal-hal terkait pembuatan warangka dan perangkat lain yang sekiranya akan Anda butuhkan.

Mulailah pahami harga dan kualitas kayu, emas, perak, dan pelengkap tosan aji sejenis. Terakhir, pahami juga isi kantong Anda. Karena bagaimanapun akan jadi tidak bijak, bila Anda sampai melanggar batasan budget yang sudah Anda buat. Demikian yang dapat saya sampaikan seputar cara-cara memilih tosan aji.