Cara Memilih Ikatan Atau Emban Cincin Untuk Sarana Benda Bertuah

Kali ini, sekali lagi, kita akan membahas seputar cincin batu. Tujuannya untuk melengkapi bahasan-bahasan kita sebelumya, terkait pemakaian cincin batu akik. Khususnya, cincin batu yang bertuah.

Jadi cincin batunya ini, dipakai bukan sekedar sebagai aksesoris, tetapi sebagai sarana spiritual juga.
Secara spesifik, yang akan kita bahas dalam artikel ini adalah memilih atau menentukan bahan yang paling tepat untuk dijadikan emban alias ikatan cincin.

Ada beberapa logam, yang umum atau lazim dijadikan pengikat batu cincin. Termasuk emas, perak, baja putih, dan kuningan.

Nah, masing-masing bahan pengikat ini akan kita bahas satu persatu. Kita mulai dari bahan emas dulu. Bahan emas, menyalurkan hawa panas yang halus sifatnya. Jadi akan cocok untuk menambah kesegaran pikiran, semangat, keceriaan, pancaran aura wajah, dan kharisma.

Terlebih lagi bila batu cincinnya ini berwarna gelap, maka pengikat berbahan emas akan memunculkan kontras yang harmonis.

Bahan emas 22 karat atau lebih, tidak cocok untuk mengikat batu cincin yang bertuah untuk kekuatan, karena ikatannya akan mudah kendor, dan dikhawatirkan batunya lepas lalu jatuh.

Sedangkan bahan emas 14 atau 15 karat, akan lebih baik dan tidak mudah kendor. Karena itu, bila menggunakan pengikat berbahan emas, pilihlah yang kadarnya diantara 14 hingga 18 karat.

Yang kedua, bahan perak. Bahan perak ini cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut. Untuk menambah kesejukan. Bila berada di bawah sinar bulan purnama, dapat menyerap energi purnama yang menyejukkan, sekaligus untuk kesehatan dan memperkuat aura wajah.

Tetapi kekurangannya, bahan perak ini memerlukan perawatan lebih. Karena cenderung lebih mudah kusam, apalagi bila terpapar sesuatu yang bersifat asam.

Jika dipilih bahan perak yang disepuh atau dilapis emas, maka sifatnya sebagai pengikat adalah kombinasi dari bahan emas dan perak tersebut.

Ketiga, bahan baja putih. Alias, stainless steel. Atau kerap kita sebut sebagai monel. Bahan ini cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut maupun panas. Bila dipakai untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut, maka akan menambah kesejukannya.

Sedangkan bila dipakai untuk mengikat batu cincin yang beraura panas untuk kekuatan atau kekebalan, juga tetap bagus.

Keempat, adalah bahan kuningan. Pengikat cincin berbahan kuningan ini menyalurkan hawa panas juga, tetapi tidak sekuat emas. Cenderung tidak baik untuk kesehatan, dan dipercaya dapat menjadikan pemakainya mudah masuk angin, panas dalam, dan sakit kepala atau pusing. Bahan logamnya juga termasuk mudah berkarat atau kusam, terutama bila terpapar sesuatu yang bersifat asam.

Sebagai catatan, batu cincin yang bertuah untuk kekebalan, kurang cocok bila diikat dengan bahan emas. Atau bercampur emas. Karena emas tersebut akan meredam atau mengurangi power alias kegalakan tuah batu cincin tersebut.

Nah, kurang lebih seperti itulah dasar panduannya bila Anda ingin memilih emban atau ikatan batu cincin. Semoga wawasan ini menambah pengetahuan kita bersama.