Cara Bijak Menghadapi Fitnah

Kali ini kita akan bahas soal fitnah. Atau lebih tepatnya lagi, kita akan membahas seputar bagaimana cara bijak menghadapi fitnah. Karena sekalipun sudah sering dikatakan bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, nyatanya tetap banyak juga orang yang tega melakukan.

Agar situasi tidak semakin memburuk, berikut adalah beberapa hal yang ada baiknya perlu kita ikuti, manakala berhadapan dengan fitnah yang merusak, sekaligus tidak berdasar.

Langkah pertama, tentu saja, Anda perlu menjaga emosi. Tetap tenang, dan tidak perlu bereaksi secara berlebihan. Bila Anda sampai lepas kendali dan melakukan hal-hal tertentu secara sembrono, besar kemungkinan Anda sendirilah yang akan rugi.

Oleh karena itu, tetaplah tenang. Berusahalah menjaga kepala Anda tetap dingin. Dan tidak perlu terpancing dengan fitnahan yang ditujukan terhadap Anda. Tidak perlu menuruti hawa nafsu, dan tunjukkan bahwa Anda masih bisa bersikap jauh lebih baik, dan jauh lebih dewasa, dibandingkan orang yang memfitnah Anda tersebut.

Langkah kedua, kumpulkanlah bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Anda tidak bersalah.

Umumnya, manakala kita difitnah, yang menjadi reaksi pertama kita tentu adalah terkejut. Kemudian marah. Dan ingin sekali rasanya langsung membalas ucapan atau perbuatan orang yang memfitnah tersebut.


Baca Juga :


Tetapi bila Anda bisa bersikap tenang serta fokus, lebih baik arahkanlah waktu dan tenaga Anda untuk menunjukkan bahwa Anda tidak bersalah. Bahwasannya fitnah yang disebarkan itu sama sekali tidak didasarkan pada fakta ataupun kebenaran.

Akan makin runyam jadinya, bila Anda membela diri tanpa mengumpulkan bukti terlebih dulu. Bisa-bisa Anda malah dicap sebagai pembohong, dan orang akan semakin percaya bahwa tuduhan atau fitnah tersebut adalah benar.

Bila bukti-bukti yang jelas sudah ada, maka orang yang telah memfitnah Anda akan malu sendiri atas perbuatannya. Sebab ia tidak bisa mengelak dari bukti yang Anda punya.

Lalu yang ketiga, ketika menghadapi suatu fitnah yang merusak, Anda tidak perlu merasa takut. Tidak perlu merasa terintimidasi, meskipun mungkin sedang berada di lingkungan yang tidak mendukung.

Sering terjadi, dimana suatu fitnah disebar, dan orang-orang di sekitar Anda langsung percaya serta terpengaruh oleh omongan fitnah tersebut. Sampai-sampai Anda dijauhi. Anda dianggap buruk dan dikucilkan, padahal fitnah tersebut sama sekali tidak bisa dibuktikan.

Ketika terjadi hal semacam ini, orang jadi merasa terintimidasi. Takut dan kecewa karena tidak dipercaya oleh lingkungannya. Bila hal ini terjadi pada Anda, tidak perlu takut. Tetap tenang dan kumpulkanlah bukti-bukti seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya tadi.
Selanjutnya, langkah keempat adalah menahan emosi Anda, dan menanyakan secara langsung, tentang apa yang menjadi maksud dari fitnah tersebut. Tanyakan langsung kepada orangnya. Biarkan dia menjelaskan, mengapa ia tega memfitnah Anda.

Tetapi ingat, tetaplah tenang. Jaga emosi, dan dengarkanlah penjelasannya dengan tenang pula.

Kemudian langkah terakhir, atau yang kelima, adalah Anda jangan sampai membalas perbuatan buruk orang tersebut.

Bebaskan diri Anda dari rasa marah, benci, ataupun dendam, terhadap orang yang telah memfitnah Anda. Hal semacam ini memang tidak mudah, dan memang perlu waktu. Tetapi ingatlah bahwa ini penting.

Mengapa kita tidak boleh benci ataupun dendam terhadap orang yang telah memfitnah kita? Karena rasa marah dan benci itu akan menggerogoti diri Anda sendiri. Anda yang tertekan, Anda yang sakit hati, sementara orang ini melenggang saja tanpa beban.

Karena itu, nasehatilah saja sebisa dan semampu Anda. Kemudian biarkan kekejamannya menjadi urusan Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang penting Anda sudah bersikap bijak dalam menghadapi fitnah tersebut.

Kurang lebihnya, itulah lima hal yang perlu kita pegang manakala berhadapan dengan fitnah. Untuk Anda yang saat ini merasa sedih, kecewa, dan marah karena tuduhan yang tidak berdasar, saya doakan semoga lekas diberikan kekuatan dan ketenangan. Serta jalan yang terbaik.