Misteri De Javu, Apa dan Mengapa Bisa Terjadi?

Pernahkah Anda memiliki pengalaman deja vu? Misalnya Anda mengalami perasaan tidak asing saat berada di tempat yang benar-benar baru atau seolah membicarakan hal yang sama persis dengan seseorang? Atau misalnya saat Anda melakukan surfing untuk pertama kalinya, tiba-tiba Anda memiliki ingatan untuk membuat gerakan, di bawah langit biru yang sama, dengan ombak yang sama, dan mungkin di pantai yang sama. Pengalaman inilah yang dikenal dengan istilah deja vu, yang biasanya terjadi relatif singkat dan secara acak. Apa Itu Deja Vu dan Mengapa Bisa Terjadi? 1. Pengertian Ejaan yang benar dari istilah ini adalah “Déjà Vu, yang berasal dari bahasa Prancis dan diucapkan dengan “Day-zhaa voo”. Sedangkan artinya sendiri adalah “pernah melihat”. Memiliki arti demikian karena saat mengalaminya, Anda memiliki sensasi bahwa Anda pernah melihat hal tersebut dan telah mengalaminya di masa lalu. Padahal Anda tahu bahwa ini adalah kali pertama. 2. Siapa yang Mengalami Deja Vu? Kaum muda berusia 15 – 25 tahun adalah orang yang paling banyak mengalami deja vu, baik pria maupun wanita. Fenomena ini biasanya terjadi sekitar 1-2 kali per tahun, dan terus menurun setelah Anda berusia lebih dari 25 tahun, karena ingatan yang menurun seiring bertambahnya usia. Menurut beberapa penelitian, deja vu lebih umum di antara orang-orang dari kelompok sosial ekonomi dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, serta orang yang bepergian lebih sering. Penelitian lain menunjukkan bahwa deja vu lebih umum terjadi saat Anda merasa lelah, stres, atau keduanya. Ada juga sumber yang menyatakan bahwa obat-obatan tertentu dapat meningkatkan kemungkinan serangan deja vu. Sebuah studi kasus yang diterbitkan pada tahun 2001 menceritakan pengalaman seorang laki-laki berusia 39 tahun yang sehat secara mental mengalami deja vu berulang ketika menggunakan amantadine dan phenylpropanolamine bersama-sama untuk mengobati flu. 3. Berbagai Teori di Balik Deja Vu Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah mengembangkan banyak penjelasan mengenai deja vu dan semuanya cukup masuk akal. Dalam ulasan sains tahun 2003, Buletin Psikologis menguraikan empat teori utama tentang mengapa deja vu bisa terjadi. Teori pertama: peristiwa yang Anda alami saat deja vu sebenarnya sudah terjadi di masa lalu. Karena alasan tertentu Anda telah melupakannya tapi suatu hari tiba-tiba diingatkan kembali. Teori kedua: deja vu disebabkan oleh kesalahan pemrosesan di otak, yaitu dua elemen mencoba untuk beroperasi secara bersamaan tapi ada sesuatu yang keluar dari proses. Gagasan ketiga: deja vu terjadi karena ada penundaan atau pengulangan yang tidak disengaja dalam pemindahan informasi rangsang sensorik otak, yang menyebabkan semacam tumpang tindih dan sensasi bahwa peristiwa...
read more

10 Fakta Medis Tentang Fenomena Ketindihan

Apa itu tindihan? Fenomena ini terjadi ketika Anda berada dalam batas antara tidur dan sadar, tapi tidak mampu berbicara atau bergerak, biasanya berlangsung beberapa detik atau menit. Menurut sejumlah penelitian, sekitar 40% populasi mengalami setidaknya satu episode ketindihan selama hidupnya. Dalam istilah medis, kejadian ini disebut dengan sleep paralysis alias kelumpuhan tidur. Fakta Medis dari Tindihan Bukan karena hal gaib, santet, dan sejenisnya, inilah sepuluh fakta yang benar mengenai ketindihan: 1. Efek dari Mimpi Buruk Mimpi buruk menjadi penyebab dari 30% orang yang mengalami kelumpuhan tidur. Mimpi tersebut bisa berupa melihat, mendengar, atau bersentuhan dengan sesuatu yang menakutkan bagi Anda. Bisa juga karena berada di ruangan sangat gelap atau tubuh Anda seolah melayang di dalam mimpi. Mimpi menakutkan sejenis ini bisa terbawa sepersekian detik ketika Anda sudah terbangun. 2. Kurang Tidur Penelitian lain memberikan hasil bahwa kelumpuhan tidur lebih sering terjadi pada orang-orang yang kurang tidur. Karena itu, disarankan untuk Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup, sekitar 7-8 jam per hari bagi dewasa. 3. Stres Stres juga merupakan faktor dari penyebab ketindihan. Pikiran yang kacau bisa membuat tidur Anda tidak nyenyak, mengakibatkan mimpi buruk, dan kemudian terjadi ketindihan. 4. Merupakan Tanda Penyakit Lain Seorang spesialis mengatakan bahwa kelumpuhan tidur juga bisa menjadi gejala dari narkolepsi, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan rasa kantuk parah di siang hari namun sulit tidur saat malam hari. Bisa juga menjadi tanda bahwa Anda menderita sleep apnea (nafas berhenti sesaat saat tidur) atau PLMD (Periodic Limb Movement Disorder), yaitu kaki Anda bergerak atau tersentak saat tidur. 5. Bisa Terjadi pada Siapa Saja Jika ada yang mengatakan bahwa kelumpuhan tidur hanya terjadi pada anak kecil dan orang lanjut usia, jangan percaya. Karena faktanya, fenomena ini bisa terjadi pada orang di segala usia, baik pria maupun wanita. Namun biasanya, paling sering dimulai pada remaja dan dewasa muda berusia 20-30-an tahun. 6. Tidak Berlangsung Lama Seperti yang sudah disebutkan, kelumpuhan tidur hanya berlangsung selama beberapa menit bahkan detik. Meskipun kadang terasa sangat lama saat Anda mengalaminya. Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa ketindihan bisa menyebabkan orang tidak dapat berbicara dan bergerak hingga berhari-hari atau bahkan selamanya, bisa dipastikan bahwa orang tersebut kurang wawasan. 7. Lebih Sering Terjadi pada Pasien Kejiwaan Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Sleep Medicine Reviews by Brian A. Sharpless ditemukan fakta bahwa pelajar dan pasien psikiatris adalah orang yang paling mungkin mengalami kelumpuhan tidur secara teratur, dan bahkan lebih sering pada pasien gangguan panik....
read more

Inilah Pentingnya Wibawa di Tempat Kerja

Mengapa wibawa itu penting? Dan siapa yang membutuhkan wibawa tinggi? Tak hanya para pemimpin dan pejabat, setiap orang sebenarnya membutuhkan wibawa, siapapun dan dimanapun Anda, baik di rumah, lingkungan pertemanan, tempat kerja, dsb. Bahkan meskipun Anda adalah seorang karyawan biasa atau masih magang sekalipun, menjadi berwibawa akan membuat Anda lebih dihormati, disegani, dan tidak mudah diremehkan. Namun, bagaimana cara agar lebih berwibawa? Tips Meningkatkan Wibawa Berikut adalah beberapa sikap yang bisa Anda terapkan di tempat kerja untuk membuat Anda menjadi sosok yang berwibawa: 1. Berwawasan Luas Semakin banyak wawasan yang Anda miliki, semakin banyak pula orang yang akan kagum dengan Anda dan yakin bahwa Anda adalah sosok yang bisa diandalkan. 2. Bersikap Tegas Menjadi orang tegas tidak sama dengan mudah marah dan kaku. Tegas juga bukan berarti melakukan kekerasan. Tegas adalah menunjukkan sikap yang diplomatis namun tetap santun, dan bisa membuat keputusan bijaksana dengan segera. 3. Jangan Mudah Marah Kesal dan mudah marah hanya akan merusak citra Anda, karena sikap ini menandakan bahwa Anda tidak tahu cara yang lebih efektif untuk merespon sesuatu. Misalnya saat berbicara dengan karyawan atau rekan kerja mengenai kesalahan yang ia buat, Anda tidak boleh terdengar marah apalagi menggunakan kata-kata kasar. Sebaliknya, katakan dengan lembut namun penuh makna bahwa kesalahan tersebut menimbulkan kekacauan untuk teman-temannya bahkan mungkin merugikan perusahaan. Buatlah nada bicara yang membuatnya tahu bahwa Anda khawatir akan hal itu, dan jangan lupa berikan juga semangat padanya. 4. Perhatikan Nada Suara Misalnya saat Anda harus mempresentasikan sesuatu, atau berbicara kepada atasan mengenai perkembangan sebuah proyek, pastikan bahwa suara Anda tidak terdengar ragu-ragu. Dan jangan gunakan “ummm”, “saya pikir”, dan sejenisnya, karena bisa membuat Anda terlihat gugup dan tidak percaya diri. 5. Jadilah Sosok Teladan Tunjukkan sikap dan sifat yang baik agar citra diri Anda lebih baik, terutama jika posisi Anda cukup penting di perusahaan. Hal ini akan membuat Anda disukai banyak orang dan bahkan menjadi pusat perhatian. Orang-orang akan lebih hormat dengan Anda dan menganggap Anda sebagai sosok yang pantas dijadikan teladan. 6. Jadilah Supel dan Suka Bersosialisasi Selalu terlihat sendiri akan membuat orang lain susah untuk mengetahui kepribadian Anda. Bahkan untuk sekedar menyapa dan ngobrol basa-basi, orang lain bisa jadi malas melakukannya. Karena itu, berbaurlah dengan rekan kerja untuk membuat kesan bahwa Anda adalah orang yang supel dan bersahabat. 7. Tidak Pelit dan Suka Menolong Dua hal ini terbukti ampuh untuk membuat diri Anda disukai oleh banyak orang secara instan. Seiring waktu, orang-orang...
read more

Cara Ampuh Meningkatkan Wibawa dan Kharisma Anda

Pernahkah Anda melihat seseorang masuk ke dalam sebuah ruangan dan langsung menjadi pusat perhatian? Atau seorang kakek biasa tanpa barang-barang branded dan pangkat tapi orang-orang tampak hormat dan segan kepadanya? Inilah yang disebut kharismatik dan berwibawa. Beberapa orang memang terlahir dengan pesona ini. Namun jangan salah, ada juga lho cara agar lebih berwibawa dan kharismatik. Tips Meningkatkan Kewibawaan Mungkin tampak sulit pada awalnya, tapi cobalah untuk membaca dengan perlahan dan Anda akan tahu bahwa ternyata tidak sesulit yang Anda pikirkan. 1. Pandangan Mata yang Tajam Memandang tajam bukan berarti Anda harus melotot ya, tapi saat berbicara dengan seseorang, mata Anda hanya tertuju pada matanya, tidak melirik kanan kiri seperti orang grogi, juga tidak melihat ke bawah seperti orang takut dan malu. Namun, tajam di sini juga tidak membuat lawan bicara menjadi takut, melainkan tajam yang penuh perhatiaan dan senyum. 2. Percaya Diri dan Perhatikan Postur Tubuh Sikap percaya diri akan menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda merasa nyaman berada di dekatnya dan yakin dengan kemampuan diri Anda sendiri dimanapun Anda berada. Dan salah satu cara untuk menunjukkan kepercayaan diri adalah melalui postur tubuh. Berdirilah tegak, angkat kepala, dan berjalanlah dengan bangga. Berbicaralah dengan lantang dan tegas tapi tidak menyinggung dan menyakiti, serta jangan tampak grogi. Saat bertemu dengan seseorang, jabatlah tangannya dengan erat namun hangat, dan lihatlah matanya. Saat berbicara, menghadaplah ke lawan bicara Anda, jangan melipat tangan atau menyilangkan kaki, dan jauhkan tangan dari wajah. 3. Positif Thinking Hindari percakapan yang berisi kritikan dan kata-kata kasar, baik antar teman, rekan kerja, maupun atasan. Mengkritik individu lain, tempat, atau tokoh politik adalah kebiasaan buruk yang hanya akan menurunkan ‘nilai’ diri Anda dan membuat Anda tampak negatif. Sebaliknya, selalu berpikir positif terhadap apapun dan siapapun, termasuk orang yang kurang Anda suka. Positif thinking akan membuat aura baik Anda tampak keluar, dan orang lain akan melihatnya. 4. Bersikap Sejajar Siapapun lawan bicara Anda, baik petugas kebersihan, sesama karyawan, atasan, pengemis, anak kecil, artis, pejabat, bahkan orang asing, baik pria maupun wanita, hindari untuk memberikan pujian berlebih atau merendahkan. Lihatlah individu lain setara dengan Anda, berbicaralah dengan bahasa yang sopan, dan jangan terlihat tidak nyaman. 5. Perhatikan Pakaian Anda Suka atau tidak, pakaian Anda menciptakan gambar diri Anda, baik positif atau negatif. Dengan kata lain, pakaian yang Anda pilih akan menjadi bagian dari ‘merek’ kepribadian Anda. Karena itu, pilihlah pakaian yang dapat meningkatkan harga diri Anda, sopan, rapi, dan sesuai dengan situasi....
read more

Cara Memilih Ikatan Atau Emban Cincin Untuk Sarana Benda Bertuah

Kali ini, sekali lagi, kita akan membahas seputar cincin batu. Tujuannya untuk melengkapi bahasan-bahasan kita sebelumya, terkait pemakaian cincin batu akik. Khususnya, cincin batu yang bertuah. Jadi cincin batunya ini, dipakai bukan sekedar sebagai aksesoris, tetapi sebagai sarana spiritual juga. Secara spesifik, yang akan kita bahas dalam artikel ini adalah memilih atau menentukan bahan yang paling tepat untuk dijadikan emban alias ikatan cincin. Ada beberapa logam, yang umum atau lazim dijadikan pengikat batu cincin. Termasuk emas, perak, baja putih, dan kuningan. Nah, masing-masing bahan pengikat ini akan kita bahas satu persatu. Kita mulai dari bahan emas dulu. Bahan emas, menyalurkan hawa panas yang halus sifatnya. Jadi akan cocok untuk menambah kesegaran pikiran, semangat, keceriaan, pancaran aura wajah, dan kharisma. Terlebih lagi bila batu cincinnya ini berwarna gelap, maka pengikat berbahan emas akan memunculkan kontras yang harmonis. Bahan emas 22 karat atau lebih, tidak cocok untuk mengikat batu cincin yang bertuah untuk kekuatan, karena ikatannya akan mudah kendor, dan dikhawatirkan batunya lepas lalu jatuh. Sedangkan bahan emas 14 atau 15 karat, akan lebih baik dan tidak mudah kendor. Karena itu, bila menggunakan pengikat berbahan emas, pilihlah yang kadarnya diantara 14 hingga 18 karat. Yang kedua, bahan perak. Bahan perak ini cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut. Untuk menambah kesejukan. Bila berada di bawah sinar bulan purnama, dapat menyerap energi purnama yang menyejukkan, sekaligus untuk kesehatan dan memperkuat aura wajah. Tetapi kekurangannya, bahan perak ini memerlukan perawatan lebih. Karena cenderung lebih mudah kusam, apalagi bila terpapar sesuatu yang bersifat asam. Jika dipilih bahan perak yang disepuh atau dilapis emas, maka sifatnya sebagai pengikat adalah kombinasi dari bahan emas dan perak tersebut. Ketiga, bahan baja putih. Alias, stainless steel. Atau kerap kita sebut sebagai monel. Bahan ini cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut maupun panas. Bila dipakai untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut, maka akan menambah kesejukannya. Sedangkan bila dipakai untuk mengikat batu cincin yang beraura panas untuk kekuatan atau kekebalan, juga tetap bagus. Keempat, adalah bahan kuningan. Pengikat cincin berbahan kuningan ini menyalurkan hawa panas juga, tetapi tidak sekuat emas. Cenderung tidak baik untuk kesehatan, dan dipercaya dapat menjadikan pemakainya mudah masuk angin, panas dalam, dan sakit kepala atau pusing. Bahan logamnya juga termasuk mudah berkarat atau kusam, terutama bila terpapar sesuatu yang bersifat asam. Sebagai catatan, batu cincin yang bertuah untuk kekebalan, kurang cocok bila diikat dengan bahan emas. Atau bercampur emas. Karena emas tersebut...
read more