10 Fakta Medis Tentang Fenomena Ketindihan

Apa itu tindihan? Fenomena ini terjadi ketika Anda berada dalam batas antara tidur dan sadar, tapi tidak mampu berbicara atau bergerak, biasanya berlangsung beberapa detik atau menit. Menurut sejumlah penelitian, sekitar 40% populasi mengalami setidaknya satu episode ketindihan selama hidupnya. Dalam istilah medis, kejadian ini disebut dengan sleep paralysis alias kelumpuhan tidur.

Fakta Medis dari Tindihan

Bukan karena hal gaib, santet, dan sejenisnya, inilah sepuluh fakta yang benar mengenai ketindihan:

1. Efek dari Mimpi Buruk

Mimpi buruk menjadi penyebab dari 30% orang yang mengalami kelumpuhan tidur. Mimpi tersebut bisa berupa melihat, mendengar, atau bersentuhan dengan sesuatu yang menakutkan bagi Anda. Bisa juga karena berada di ruangan sangat gelap atau tubuh Anda seolah melayang di dalam mimpi. Mimpi menakutkan sejenis ini bisa terbawa sepersekian detik ketika Anda sudah terbangun.

2. Kurang Tidur

Penelitian lain memberikan hasil bahwa kelumpuhan tidur lebih sering terjadi pada orang-orang yang kurang tidur. Karena itu, disarankan untuk Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup, sekitar 7-8 jam per hari bagi dewasa.

3. Stres

Stres juga merupakan faktor dari penyebab ketindihan. Pikiran yang kacau bisa membuat tidur Anda tidak nyenyak, mengakibatkan mimpi buruk, dan kemudian terjadi ketindihan.

4. Merupakan Tanda Penyakit Lain

Seorang spesialis mengatakan bahwa kelumpuhan tidur juga bisa menjadi gejala dari narkolepsi, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan rasa kantuk parah di siang hari namun sulit tidur saat malam hari. Bisa juga menjadi tanda bahwa Anda menderita sleep apnea (nafas berhenti sesaat saat tidur) atau PLMD (Periodic Limb Movement Disorder), yaitu kaki Anda bergerak atau tersentak saat tidur.

5. Bisa Terjadi pada Siapa Saja

Jika ada yang mengatakan bahwa kelumpuhan tidur hanya terjadi pada anak kecil dan orang lanjut usia, jangan percaya. Karena faktanya, fenomena ini bisa terjadi pada orang di segala usia, baik pria maupun wanita. Namun biasanya, paling sering dimulai pada remaja dan dewasa muda berusia 20-30-an tahun.

6. Tidak Berlangsung Lama

Seperti yang sudah disebutkan, kelumpuhan tidur hanya berlangsung selama beberapa menit bahkan detik. Meskipun kadang terasa sangat lama saat Anda mengalaminya. Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa ketindihan bisa menyebabkan orang tidak dapat berbicara dan bergerak hingga berhari-hari atau bahkan selamanya, bisa dipastikan bahwa orang tersebut kurang wawasan.

7. Lebih Sering Terjadi pada Pasien Kejiwaan

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Sleep Medicine Reviews by Brian A. Sharpless ditemukan fakta bahwa pelajar dan pasien psikiatris adalah orang yang paling mungkin mengalami kelumpuhan tidur secara teratur, dan bahkan lebih sering pada pasien gangguan panik. Jika terjadi terus menerus, hal ini bisa mengganggu kesehatan tidur secara keseluruhan dan menyebabkan kenaikan tingkat stres.

8. Menyebabkan Halusinasi

Berbeda dengan visual dalam mimpi buruk yang terjadi ketika mata Anda tertutup, ketindihan bisa menyebabkan halusinasi saat mata Anda terbuka. Anda seolah mendengar atau melihat hal-hal yang sangat menakutkan (yang disimpulkan sebagai makhluk gaib), sehingga sering memicu respons panik dan meningkatkan denyut jantung. Namun sebenarnya, efek halusinasi ini relatif jarang.

9. Anda Tidak Bisa Bangun Begitu Saja

Beberapa orang yang mengalami kelumpuhan tidur melaporkan bahwa mereka dapat menggoyangkan jari kaki, tangan, atau otot wajah untuk membantu membangunkan seluruh tubuh. Namun faktanya, tidak ada cara yang bisa dilakukan selain menunggu.

10. Tidak Mematikan

Sejumlah penelitian medis telah membuktikan bahwa kelumpuhan tidur tidak berbahaya, tidak menyebabkan kerusakan fisik, dan hingga saat ini tidak ada laporan tentang kematian akibat ketindihan.

Dari beberapa fakta di atas dapat disimpulkan bahwa fenomena ketindihan adalah hal alami yang bisa terjadi pada siapa saja dan tidak berbahaya. Namun, jika Anda mengalami kelumpuhan tidur lebih dari beberapa kali dalam setahun atau mempengaruhi kualitas hidup Anda, kunjungi dokter segera.